{"id":137051,"date":"2023-07-26T13:32:04","date_gmt":"2023-07-26T06:32:04","guid":{"rendered":"https:\/\/education.unib.ac.id\/press\/?p=137051"},"modified":"2023-08-07T12:31:14","modified_gmt":"2023-08-07T05:31:14","slug":"legenda-kesaktian-tiang-bungkuk-ayahanda-rajo-umbang-jayo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/education.unib.ac.id\/press\/legenda-kesaktian-tiang-bungkuk-ayahanda-rajo-umbang-jayo\/","title":{"rendered":"Legenda Kesaktian Tiang Bungkuk Ayahanda Rajo Imbang Jayo, disadur dari kisah Cindua Mato"},"content":{"rendered":"\n<p>Adhir<\/p>\n\n\n\n<p>Deskripsi Buku Novel<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-media-text alignwide is-stacked-on-mobile is-vertically-aligned-top\"><figure class=\"wp-block-media-text__media\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"690\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/education.unib.ac.id\/press\/wp-content\/uploads\/sites\/22\/2023\/07\/Cover-buku-adhir-690x1024.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-137052 size-full\" srcset=\"https:\/\/education.unib.ac.id\/press\/wp-content\/uploads\/sites\/22\/2023\/07\/Cover-buku-adhir-690x1024.jpg 690w, https:\/\/education.unib.ac.id\/press\/wp-content\/uploads\/sites\/22\/2023\/07\/Cover-buku-adhir-202x300.jpg 202w, https:\/\/education.unib.ac.id\/press\/wp-content\/uploads\/sites\/22\/2023\/07\/Cover-buku-adhir-768x1140.jpg 768w, https:\/\/education.unib.ac.id\/press\/wp-content\/uploads\/sites\/22\/2023\/07\/Cover-buku-adhir-255x379.jpg 255w, https:\/\/education.unib.ac.id\/press\/wp-content\/uploads\/sites\/22\/2023\/07\/Cover-buku-adhir-600x891.jpg 600w, https:\/\/education.unib.ac.id\/press\/wp-content\/uploads\/sites\/22\/2023\/07\/Cover-buku-adhir.jpg 862w\" sizes=\"auto, (max-width: 690px) 100vw, 690px\" \/><\/figure><div class=\"wp-block-media-text__content\">\n<p>Pada masa itu di perpustakaan kampus, penulis membaca sebuah buku tentang <strong><em>\u201cTcindur Mata\u201d<\/em><\/strong> Karya Dt. Madjoindo A., yang diterbitkan di Jakarta oleh Balai Pustaka pada tahun Buku tersebut mengisahkan tentang sejarah Alam Minang Kabau. Dalam Kisah Tcindur Mata ini, ada tokoh yang muncul diantaranya adalah Tiang Bungkuk. Tokoh ini dikisahkan sebagai tokoh sakti dari Kerajaan yang istananya di Tanjung Sungai Ngiang. Dalam Buku Tcindur Mata ini dikisahkan suatu pertempuran yang dilatarbelakangi oleh semangat untuk mempertahankan harga diri dan martabat kerajaan. Dikisahkan bahwa Raja Imbang Jayo tewas terbunuh oleh Cindua Mato dari Kerajaan Pagaruyung. Tiang Bungkuk ayahanda Raja Imbang Jayo yang terkenal Sakti Manraguna menuntut balas atas kematian anaknya. Terjadilah pertempuran sengit antara Tiang Bungkuk dengan Cindua Mato. Dalam pertempuran itu, Tiang Bungkuk dengan kesaktian yang dimilikinya dapat mengalahkan Cindua Mato dan menawannya untuk dijadikan sebagai budak. Pada akhirnya, setelah Cindua Mato mengetahui Rahasia Kesaktian Tiang Bungkuk adalah Keris Bungkuk miliknya, maka setelah berhasil mendapatkan keris itu, akhirnya Cindua Mato dapat membunuh Tiang Bungkuk Penulisan legenda ini semata-mata untuk mengingatkan generasi penerus khususnya dalam wilayah Jambi Bagian Barat, bahwa di masa lalu ada satu Tokoh Sakti dari Tanjung Sungai Ngiang yang disegani oleh Raja-Raja di sekitar wilayah kekuasaannya yakni Tiang Bungkuk ayahanda dari Rangkayo Mudo Imbang Jayo. Ia adalah seorang tokoh yang rela bertaruh nyawa berjuang untuk mempertahankan martabat negeri yang di pemimpinnya. Semangat juang Tiang Bungkuk Ayahanda Raja Imbang Jayo dalam mempertahankan harga diri negeri serta keluarga patut ditiru.<\/p>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table is-style-stripes\"><table><tbody><tr><td>Ukuran: <\/td><\/tr><tr><td>15,5 cm x 23 cm<\/td><\/tr><tr><td>Halaman:<\/td><\/tr><tr><td>vi+318<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Adhir Deskripsi Buku Novel Pada masa itu di perpustakaan kampus, penulis membaca sebuah buku tentang \u201cTcindur Mata\u201d Karya Dt. Madjoindo A., yang diterbitkan di Jakarta oleh Balai Pustaka pada tahun Buku tersebut mengisahkan tentang sejarah Alam Minang Kabau. Dalam Kisah Tcindur Mata ini, ada tokoh yang muncul diantaranya adalah Tiang Bungkuk. Tokoh ini dikisahkan sebagai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":31,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-137051","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/education.unib.ac.id\/press\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/137051","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/education.unib.ac.id\/press\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/education.unib.ac.id\/press\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/education.unib.ac.id\/press\/wp-json\/wp\/v2\/users\/31"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/education.unib.ac.id\/press\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=137051"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/education.unib.ac.id\/press\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/137051\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":137061,"href":"https:\/\/education.unib.ac.id\/press\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/137051\/revisions\/137061"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/education.unib.ac.id\/press\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=137051"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/education.unib.ac.id\/press\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=137051"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/education.unib.ac.id\/press\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=137051"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}